Beranda
Sabtu, 20 Juni 2009

Menanti

0 komentar
Oleh Ustadz Abu Zubair Al-Hawary



Setiap hari kunanti kedatanganmu

Setiap pagi kusambut senyummu

Aku mencarimu,

Berselimut embun bercampur asap

yang ada hanya kepedihan menusuk mata

napas sesak tersedak asap

kugosok mata seolah tak percaya

kian pedih, semakin sedih

oohh .. kiamatkah hari?!!

Kenapa sudah berapa pagi tidak ada matahari?!!

Akhirnya kau datang walau telah siang

Tapi kenapa, kau datang tanpa senyuman

Wajah pucat tidak bercahaya

Asa hilang dalam angkara

Karena ulah manusia

Matahari menyala

Udara dan Bumi membara

Hai manusia, kau sedang melukis bencana

Di darat dan lautan,

Dengan tangan-tangan jahiliyah

Dan kemudian

Binasa dalam siksa

Pekanbaru, Sya’ban 1425 Hijriyah.

Ditulis ketika Pekanbaru diselimuti kabut asap

Sumber: Ustadz Abu Zubair Al-Hawary



Continue reading →
Sabtu, 23 Mei 2009

Pertobatan Mantan Musisi Banjo

1 komentar


Oleh: Abu Ayaz Novy Rostiyan
Betapa tidak, sejak kecil saya merasa sudah dikaruniai sense of musical yang tinggi. Sejak SD kelas 2 saya sudah main gitar, kemudian sejak SD kelas 4 kursus gitar di YAMAHA Jakarta sampai SMP kelas 3 di Medan hingga mencapai grade 4, kala itu saya sangat mahir memainkan reportoir “Recuerdos dela Alhambra”, “Sonata in C”, “Asturias” dan "Capricio Arabe". Ketika masih SD pula,saya sudah mencoba bermain electone organ, kemudian ketika SMP saya mencoba memainkan alat musik 5-string Banjo. Ketika SMA di Bandung, saya begitu aktif main Band dengan warna musik Jazz, posisi saya pada Keyboard/synthesizer. Saya memiliki telinga musikal yang sangat tajam (Perfect Relative Pitch). Di waktu yang bersamaan, saya juga bermain Banjo dengan intensif, ini terus berlanjut sampai saya mahasiswa di Arsitektur Trisakti. Saya juga sempat menjadi pelatih Band di SMA Tarakanita Puloraya Jakarta Selatan dan SMA Al Azhar Pusat Jakarta Selatan. Saya juga pernah menjadi pelatih Vocal Group SMA Al Azhar Jakarta Selatan, SMA 4 dan SMA 7 Jakarta Pusat.Kepiawaian saya memainkan 5 string Banjo membuat saya banyak punya koneksi dengan para pemain Banjo di Amerika dan asosiasi musik bluegrass di Amerika, dan beberapa diantara mereka secara informal menggelari saya sebagai Master Banjo Of Indonesia. Sayapun memiliki banyak murid Banjo. Murid saya tersebar di Jakarta, Bandung dan surabaya. Disaat yang sama pula, saya banyak mengerjakan karya2 musik (program sequencing) untuk acara2 televisi dan radio, seperti jingle iklan, ilustrasi musik sinetron, minus one for stage performance dll.

Akhirnya, Alhamdulillah, Allah azza wa jall berkehendak untuk memberi saya hidayah. Bertemulah saya dengan teman2 ahlus sunnah waljama’ah. Kami sering diskusi yang akhirnya saya dipinjami beberapa kitab bermanhaj salaf. Betapa terkejutnya saya ketika membaca tafsir Ibnu Katsir mengenai tafsir surat Luqman ayat 6, dimana dalam tafsir itu diriwayatkan bahwa sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa salam yang bernama Ibnu Mas’ud r.a berkata : ”yang dimaksud dengan itu (perkataan yang tidak berguna) adalah nyanyian, demi Allah yang tiada sesembahan kecuali dia (3 kali)”. Saya juga membaca sebuah hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam bersabda: ”Benar-benar akan ada sebagian umatku yang mereka menghalalkan zina, sutra (bagi lelaki), khomr (minuman keras) dan alat-alat musik…..”, juga beberapa hadits lainnya yang senada dengan itu. Kemudian terdapat banyak pendapat dari para ulama yang membenarkan tentang keharaman nyanyian dan musik, mulai dari jaman sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa salam seperti Ibnu Mas’ud r.a, Ibnu Umar r.a, Ibnu Abbas r.a, lalu juga ulama2 di bawah jaman sahabat seperti Sa’id bin Musayyib, Al Qasim bin Muhammad, Umar bin Abdul Aziz, Fudahil bin ‘Iyadh, Adh Dhahhak, Yazid bin Al Walid, Asy Sya’bi, kemudian juga imam mazhab yang 4 seperti Imam Abu Hanifah (Hanafi), Imam Malik bin Anas (Maliki), Imam Asy Syafi’i (Syafi’i) dan Imam Ahmad bin Hanbal (Hambali), lalu ada juga ulama2 ahlus sunnah dijaman pertengahan seperti Abuth Thoyyib At Thobari, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan Ahmad bin Yahya An Najmi.

Saya juga membaca fatwa2 ulama terkemuka masa kini seperti, Syaikh Albani, Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan, Syaikh Utsaimin, Syaikh Bin Baaz dll.

Saya juga mengikuti beberapa kajian ilmiah islam dan kajian hadits, yang akhirnya saya dapat menyimpulkan dan meyakini bahwa musik dan nyanyian dalam Islam ternyata memang dilarang/diharamkan. Setelah melakukan pendalaman dan perenungan selama berbulan-bulan, maka akhirnya sayapun memutuskan untuk berhenti main musik, dan sedapat mungkin saya berusaha keras untuk tidak menyentuh alat-alat musik yang sudah terlanjur banyak saya miliki. Maka sayapun bertaubat kepada Allah azza wa jall atas kebodohan saya terhadap syari’at Islam selama ini.

Yang sulit bagi saya adalah menghilangkan sense of musikal yang sudah sangat baik yang sudah terlanjur mengendap dalam jiwa, pikiran dan telinga saya. Coba bayangkan, dimanapun saya mendengar musik tanpa sengaja, otomatis telinga dan otak saya tanpa disadari bekerja mendeteksi secara instan solfegio/solmisasi dan harmony/chord dari nyanyian/lagu tersebut secara tepat dan akurat sampai2 ke chord extensinya segala, dan itu berlangsung sampai saat ini. Astaghfirullah.

Jadi saudara2ku sesama muslim, jika anda masih meyakini bahwa dalam islam, musik /nyanyian itu dibolehkan/dihalalkan, maka mari kita tanyakan, islam yang anda anut itu Islam pemahaman-nya siapa? Islam sekuler-kah? Islam liberal-kah? Islam lingkungan-kah? Islam tradisi-kah? Atau Islam sesuai dengan pemahaman nenek moyang? Mari dalam memahami Islam ini, kita harus berpegang teguh pada Al Qur-an dan Hadits Shahih/minimal Hasan berdasarkan pemahaman salafus shalih (orang2 shalih dijaman Sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa salam, Tabi’in dan Tabi’ut tabi’in) dan juga pemahaman para ulama2 ahlus sunnah dijaman setelahnya yang sejalan dengan mereka.

Memang saya akui, sudah sejak lama sampai sekarang masih ada pemikiran dan pemahaman Islam yang membolehkan secara mutlak nyanyian dan musik, dan pemikiran ini di validasi oleh ulama2 mereka di Mesir. Akan tetapi Ahlus sunnah wal jama’ah berlepas diri dari pemikiran dan pemahaman seperti itu. Wallaahu musta’an.
Sumber: Blog Al-Akh Novy.
Continue reading →
Jumat, 22 Mei 2009

Oleh-Oleh Dari "Madrasah Kecil Syaikh Muqbil"

2 komentar

Oleh: Abu Maryam Al-Bantani

Bismillah. Walhamdulillah. Wa la Hawla wa la quwwata illa billah.

Di sini ana ingin sekedar berbagi kepada kaum muslimin dalam rangka peduli pendidikan bagi anak-anak kita, sehingga anak kita tetap diupayakan mendapatkan pelajaran dinul Islam yang jauh dari syirik dan bid'ah. Salah satu upaya tersebut adalah dengan diselenggarakannya Homeschooling, atauHomeducating, atau saya menyebutnya Homeschool sweet Homeschool. Yang demikianitu karena nama tidaklah mengubah hakikat/keadaan sesuatu. Homeschooling merebak beberapa waktu belakangan ini dan hal tersebut merupakan anugerah bagi kita yang di daerahnya belum memilki lembaga pendidikan Salafy. Istilah Homeschooling sekarang ini sedang populer dan sering juga jadi bahan pembicaraan. Ala kulli hal hakikat Homeschooling sebenarnya merupakan tanggungjawab orangtua sebagai pendidik walaupun dia tidak "melembagakan" atau bahkan tidak tahu apa itu "Homeschooling" . Kewajiban mendidik anak memang pertama kali dibebankan kepada ortu anak masing-masing, dan tanggung jawab ini akan ditanya oleh Alloh karena setiap kita adalah pemimpin.

Para Homeschoolers memiliki prinsip-prinsip unik salah satunya bahwa belajar itu tidak mesti tersekat oleh ruang dan waktu (dalam hal ini Kelas dan waktu jadwal pelajaran), sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. Mungkin ada yang mengatakan Too good to be true. Akan tetapi cobalah lihat sejarah Murobbi paling berhasil dan paling sukses yaitu teladan kita Nabiyulloh Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam ketika beliau mengajari anak pamannya yaitu Abdulloh bin Abbas, sambil membonceng sepupunya beliau mengajarkan satu kalimat agung yaitu kalimat Tawhid yaitu sabdabeliau "Ihfadzillah Yahfadzka... .dst". Ini hanya sekedar satu contoh dari beberapa tarbiyyah Rosululloh Shollollohu alaihi wa sallam betapa ruang dan waktu tidak membatasi proses belajar mengajar anak. Hal ini dikembangkan oleh para Homeschoolers tentu saja ada yang dari mereka mencontoh Nabi dan ada juga yang hanya bereksperimen dalam rangka memberikanpendidikan yang layak bagi anaknya.


Alhamdulillah kami para Ikhwah Salafiyyin di Cilegon telah merasakan betapa manisnya Homeschooling (makanya saya menyebutnya Homeschool sweet homeschool). Setelah kurang lebih 7 bulan menyelenggarakan Homeschooling dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami ingin berbagi dengan para pembaca sekalian tentang Homeschool sweet Homeschool yang kami selenggarakan. Biinayatillah.


Santri kami 7 orang. tempat belajar kami banyak: kadang di rumah Abu Zulfa, kadang di rumah Abu Maryam, kadang di rumah Abu Tholhah, kadang di rumah Abu Abdillah, kadang di rumah Abu Rufaida, kadang di tempat pembakaran bata, kolamrenang, di bawah pohon (atau bahkan anak-anak senang menghafal qur'an di ataspohon mangga!), kadang di masjid Asy Syuhada, pernah juga di pesantren Ibadurrohman Pandeglang. Subhanalloh kami merasakan ni'mat yang tida tara ketika kami belum diberikan gedung sekolah maka Alloh memberikan kami tempat yangbanyak bagi santri-santri kami untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar.


Di hari-hari pertama Homeschooling, ana sering membawa Umar, Fatih, dan Royyan naik motor menuju Masjid untuk belajar hadits dan hafalan Qur-an. Sambil membonceng mereka ana ajak berdialog atau bertanya: "Ma Yajibu alayka an ta'mala qoblas Sholah?" (pelajaran fikih) mereka menjawab ("yajibu alaya an atawadho'a liaqifa amama robbi thohiron wa nadhifan") Setelah sampai masjid ana ajak mereka untuk berwudhu kemudian sholat sunnah duarokaat. Di Masjid Mereka mengulang ulang hafalan qur-an yang telah mereka hafal. Untuk banat (anak2 perempuan) mereka di rumah Abu Zulfa dengan dibimbing Ustadzah Zubaidah, Ummu Maryam dan Ummu Zulfa. Kadang kadang banat pun ingin berjalan-jalan ke Masdjid sambil lisan mereka mengulang ulang hafalan al Qur-an. Walhamdulillah

Walhamdulillah Apa yang kami ajarkan? Hafalan Al qur-an adalah prioritas kami sehingga sebagian besar KBM adalah Hifzul Qur-an. Selain itu Aqidah terutama tentang Tawhid rububiyyah yaitu pengenalan bahwa Alloh yang menciptakan semua makhluq dan konsekwesinya, kita tidak boleh beribadah kepada sesuatu yang tidak menghidupkan dan mematikan. Adajuga hafalan do'a, Hafalan Hadits arbai'n, bahasa Arob, khot dan pelajaran umum lain. Kami mengadopsi kurikulum diniyyah dari beberapa ma'had bermanhaj salafy yang ada di Indonesia .Hari sabtu malam ahad santri kami full belajar di "Pondok Pesantren" dengan menginap. Awal-awal berjalan Homeschooling, santri putra tidur di tenda (di TENDA!) karena rumah Abu abdillah tidak mamadai untuk menampung putra dan putri.


Santri kami berjumlah 9 orang. Adapun santri program intensif mencapai 19an. Santri program intensif hanya belajar hari Sabtu dan Ahad (PETUAH) Jadi Setiap PETUAH santri kami kurang lebih 28.


Kegiatan PETUAH (Pesantren Sabtu Ahad) di adakan pada hari sabtu dan ahad, santri-santri kami "mondok" untuk lebih memantapkan hafalan serta pembiasaan amaliah Sunnah. Amalan-amalan yang kami ajarkan untuk mereka praktekkan seperti adab makan dan makan berjamaah, sholat malam disamping tentu saja pelajaran diniyyah lainnya seperti aqidah hadits dan bahasa Arab. Pada awalnya Petuah ini hanya diikuti beberapa anak saja (kurang lebih 15) namun seiring berjalannya waktu peminatnya banyak sehingga santri putra tidur di tenda biru. Di samping rumah (kontrakan) pak Zawawi, suami dari Ustadzah Zubaidah, ada tanah kosong yang cukup luas dan kami putuskan untuk santri putra tidur di tenda. Walhamdulillah. Namanya anak-anak mereka tidak mengeluh bahkan terlihat enjoy sekali menikmati tidur malamnya: di TENDA. Kegiatan PETUAH ini dimulai pukul 08 pagi bagi santri reguler. bagi santri yang hanya ikut sabtu ahad saja mereka biasanya datang pukul 13.00 sepulang dari sekolah masing-masing. Acara PETUAH ini banyak menitikberatkan pada pengulangan hafalan al qur-an dan pelajaran tentang hadits. Mereka disuruh menulis hadits pendek atau penggalan hadits dari arbain An nawawiyah kemudian kami mengulas berdasarkan pemahaman para ulama salaful ummah. materi lainnya adalah khot dan muhadatsah Bahasa Arob.


Suatu siang hari Sabtu kami kedatangan tamu dua orang pelajar LIPIA Jakarta, teman dari pak Zawawi (pak Zawawi pernah mondok di Al Furqon gresik begitu pula istrinya). Setelah ngobrol ngobrol dengan mereka berdua termasuk menjawab pertanyaan mereka tentang legalitas Hmeschooling pak Zawawi meminta dua pelajar tersebut mengajarkan Muhadatsah atau mengajari mufrodat bahasa ummat Islam yaitu Bahasa Arob. Hadza qolamun, hadza kitabun, ... dan seterusnya, begitu kata mereka sambil memperlihatkan bendanya (dalam ilmu pendidikan disebut realita). setelah itu santri kami ditanya Ma Hadza. Jika mereka menjawab dengan benar pelajar LIPIA tersebut memberi nilai satu juta untuk satu pertanyaan. Walhamdulillah kami ingin mereka kaya pengalaman dengan bertemu dengan banyak orang dari berbagai disiplin ilmu yang dapat memberikan maslahat bagi din dan dunia mereka. Impian homeschoolers adalah siapapun dapat menjadi guru bagi anak didiknya. Jika mereka ingin tahu tentang adonan semen dan tukang bangunan menjelaskan tentang adonan semen maka tukang bangunan tersebut adalah guru mereka. Demikian idealisme Homeschoolers. Namun bagi kita salafiyyin tentu memilki qoidah yang Insya Alloh antum semua sudah faham.


Malam hari kami bangunkan mereka untuk sholat malam dan merekapun sholat malam (witir biasanya mereka laksanakan 3 roka'at). Setelah sholat malam kami upayakan untuk mengulang hafalan. Setelah itu sambil menunggu shubuh mereka kembali ke dunia mereka: BERCANDA dan ketawa-ketawa sesama temannya. (Dalam hal ini kami tidak terlalu keras menyikapi kebiasaan mereka karena dunia mereka adalah dunia bermain dan bercanda. Namun kami tetap memantaunya supaya diantara mereka tidak saling menyakiti karena kadang kadang mereka senang sekali saling bergumul. Sekali waktu mereka menangis karena ulah mereka sendiri. Yah... namanya juga anak-anak. Wallohu a'lam). Di suatu malam ana tidur dengan sangat lelap sekali (di tenda) kemudian seorang santri membangunkan saya: "Ami (Pamanku) bangun sholat malam!" Walhamdulillah Homeschooling benar-benar ni'mat bagi saya karena para santri sekali waktu dapat menjadi ustadz bagi diriku. Mereka telah mendidik saya dalam banyak dan hal lain yang dapat memperkaya kehidupan ana.

Walhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmushsholihat. Setelah Sholat shubuh mereka kembali mengulang serta menambah hafalan al qur-an. Kadang-kadang setelah hafalan mereka mengkaji satu hadits pendek. Setelah muroja'ah atau belajar hadits, kami ajak mereka untuk gerak badan. Terkadang kami jalan-jalan di sekitar Pondok. Di belakang komplek ada banyak gubuk yang dihuni tukang bata. Anak tukang bata tersebut bernama Agus dan Ahmad kadang nginap di tenda kami.. Di satu Ahad pagi setelah rutinitas Tholabul ilmu, kami bawa anak-anak "Syeikh Muqbil" untuk mengunjungi pembakaran bata. Pada waktu tersebut agus tidak nginap di tenda. Kami datang dan Agus sudah menunggu kami. Setelah itu dengan gaya "serbatahu tentang pembakaran bata" bocah berusia 8 tahun tadi menjelaskan tentang proses pembakaran bata. Alhamdulillah Agus dapat menjadi "guru" bagi santri-santri kami.


Kami juga mengisi kegiatan PETUAH dengan bermain sambil belajar bagi anak-anak. Contohnya pesan berantai. Ustadz membisikkan nashihat dalam bahasa Arob atau Indonesia ke telinga anak kemudian si anak melanjutkan ke temannya. Memanah juga kami ajarkan atau lebih tepatnya kami jadikan permainan bagi santri. Berbekal panah yang kami beli di PUNCAK Bogor kami biarkan mereka menarik busur di Tanah lapang. Di samping kami ada bukit kecil kami ceritakan juga sedikit tentang pasukan memanah Rosululloh ketika perang Uhud. Biasanya mereka sangat (teramat) antusias sekali jika mendengarkan Siroh. Ini pula yang dikembangkan para Homeschoolers bahwanya belajar itu diupayakan bersifat integralistik dan kontekstual. Para Homeschoolers sering mengajarkan fisika sederhana dengan kejadian yang biasa ditemukan sehari-hari. Peristiwa menarik busur dan melesatnya anak panah bagi para fisikawan adalah peristiwa fisika. (Hanya saja Abu Maryam tidak begitu faham fisika sehingga hal tadi tidak kami integralkan dalam kegiatan memanah. Mungkin teman-teman di milis dapat mengoreksi ana jika statemen tadi keliru. wallohu a'lam. Jadi kami integralkan pelajaran Siroh dengan kegiatan bermain panah. Mereka tidak merasa sedang belajar siroh. Inilah konsep belajar sambil bermain). Ala kulli hal inilah pendekatan integralistik yang jadi obsesi para Homeschoolers.


Terkadang kami perintahkan mereka untuk balap lari sambil menjelaskan bahwa Rosululloh pernah balap lari dengan Istrinya. Dan yang mena'jubkan mayoritas dari mereka ini "Mau aja" apa kata ustadz dan ustadzahnya. Hal ini menambah keyakinan kami bahwa mereka ini benar-benar "Gelas Kosong" yang siap diisi apa saja. Maka berhati-hatilah wahai para orangtua dalam memberikan pendidikan bagi anak anak anda. Mereka siap meniru dan patuh terhadap apa yang anda perintahkan dan anda contohkan! Fattaqulloh. ...


Tamu lain, atau kami sengaja mengundangnya, adalah Ismail berusia 16 tahun kurang lebih, siswa setingkat SMA di Al Irsyad Tengaran yang sedang mudik. Dia mengajarkan hadits tentang keutamaan jujur dan bahaya dusta. Sebelumnya ana perkenalkan Ismail kepada santri bahwa dia juga mondok seperti kalian hanya saja dia mondok di tempat yang jauh. Kemudian saya beritahu juga bahwa kakaknya Ismail ini bahkan mondok di luar negeri yaitu di Yaman, belajar dengan ulama negeri Yaman yaitu syeikh yahya. Sambil memancing-mancing mereka untuk termotivasi untuk belajar dengan ulama kelak jika mereka sudah dewasa. Umar langsung menjawab "Umar mau belajar di Arab!" (maksudnya Arab Saudi karena ibunya selalu mendorong dia untuk belajar di Saudi kelak). Setelah selesai ngajar mereka langsung ngakrab dengan Kak Ismail. Demikian mereka memanggilnya. Mulailah mereka bertanya dengan pertanyaan macam macam "beli dimana nih jam tangannya" tanya seorang santri sambil menarik tangan kak Ismail untuk melihat jam tangannya. Yah .....demikianlah anak-anak.


Setelah beberapa minggu mondok di tenda, maka kami beranggapan santri tidak bisa terus menerus tidur di tenda setiap malam ahad. Setelah mencari rumah kontrakan di sekitar komplek Bumi Rakata Asri, tempat kami biasa mondok, dan ternyata tidak ada yang dikontrakkan maka kami memutuskan untuk membuat gubuk/atau rumah panggung yang terbuat dari bilik bambu. Tentu saja ini lebih nyaman ketimbang di tenda yang sumpek. Subhanalloh, anak-anak merasa sangat senang dengan keberadaan gubuk ini sehingga santri putripun "ngotot" ingin merasakan tidur di gubuk. Untuk tidak mengecewakan santri putri, mereka diberi kesempatan untuk menginap sekali di gubuk. Selanjutnya santri putra menjadi penghuni tetap gubuk setiap sabtu dan ahad. Di gubuk inilah para santri program intensif dan reguler muroja'ah, mengkaji hadits, mendengarkan siroh dan nonton VCD Islami dengan menggunakan Laptop yayasan Al Hanif Cilegon (seperti adab anak sholih, wisuda tahfizh al quran di Madinah), untuk memberi semangat kepada mereka agar senantiasa menghafal qur-an. Sekarang ini santri putra memiliki teman sekaligus "ustadz cilik" yang menemani mereka untuk muroja'ah dan menambah hafalan. Dia adalah Adit, berusia 12 tahun dan hafal 7 juz, yang pernah mondok di Syeikh Bin Baz Yogyakarta . Kami meminta Adit untuk menemani adik-adiknya ketika mondok. Pada waktu senggang Mas Adit, atau kadang ami Adit, demikian para santri biasa memanggilnya, memberikan permainan cerdas cermat, dan para santri sangat antusias sekali dalam permainan ini. Walhamdulillah. Jika mengacu kepada opini pengamat-pengamat Homeschooling di Indonesia ini maka kata mereka tidak ada salahnya bagi anak yang bersekolah formal menjalani program Homeschooling.

Maka PETUAH SYEIKH MUQBIL ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada manak-anak salafiyyun Cilegon yang bersekolah formal untuk merasakan suasana pondok pesantren dan merasakan Homeschooling. Karena "Apa yang tidak bisa diambil seluruhnya, jangan dibuang semuanya" Ma Laa yudarriku kulluh la yutroku Jalluh, demikian kata pepatah. Demikian sedikit tambahan untuk acara PETUAH SYEIKH MUQBIL, Pesantren Sabtu Ahad Syeikh Muqbil) Kunjungan ke Pesantren Ibadurrohman Pandeglang Kami memang memprogramkan bagi santri-santri kami untuk dapat berwisata minimal 3 bulan sekali (semoga Alloh memudahkan). Pesantren Ibadurrohman dipimpin oleh seorang ustadz muda yang baru lulus dari jamiah Islamiyyah Madinah saudi arabia . Kami meminta izin kepada beliau agar santri-santri cilik kami dapat menginap di pondoknya. Ustadz Fakhruddin pimpinan pondok tersebut, tidak berkeberatan sama sekali dan menyambut dengan sambutan yang hangat. Kamipun berangkat dengan menyewa satu mobil, 2 mobil tumpangan dari Abu Zulfa dan Ummu zulfa, satu mobil bak terbuka dari Abu Burhan yang anaknya mondok dengan kami, dua mobil sedan milik Pak Ridjal (ketua yayasan Al Hanif) dan Pak dwi. Total enam mobil yang berangkat ke pandeglang. Anak-anak sangat ceria sekali dalam perjalanan ini. Subhanalloh. Dalam mobil anak-anak muroja'ah hafalan qur-an.


Di Pesantren para santri kami langsung ngakrab dengan para santri Tsanawiyyah Ibadurrohman. Mereka bermain bola dan ngobrol-ngobrol di dalam kamar santri. Ba'da sholat fardhu (Dzuhur, ashar, maghrib dan shubuh) santri-santri cilik kami berbaur ngaji hadits dari bulughul marom dan nashihat nashihat dari kitab ulama yang diuraikan oleh Ustadz Fakhruddin. penyampaian materi sering diselingi dengan metode ustadz bertanya santri menjawab. Di waktu luang ana bertanya kepada Ustadz fakhruddin tentang metode penyampaian materi diniyyah bagi anak-anak maka beliau menjelaskan bahwa syeikh utsaimin sering bertanya kepada para santrinya sehingga materi yang disampaikan lebih mengena. Sewaktu kami survey ke Ma'had Al Bayyinah Karawang bulan mei 2006, ustadz Ade dan Pak fatkhurrohman menjelaskan bahwa mereka memiliki 'bank soal'. wallohu a'lam seperti apa konkritnya, namun dengan metode tanya jawab seperti ini santri cilik lebih dapat memahami materi.


Berenang di Cikoromoy letak Pondok Pesantren Ibadurrohman adalah di kaki gunung. Di dekat pondok ada obyek wisata kolam renang yang airnya dari mata air pegunungan. airnya jernih dan tentu saja tidak membuat mata pedih seperti kolam renang yang menggunakan kaporit. ba'da Ashar kami berangkat ke Cikoromoy, 3 kilometer dari pondok. Di kolam renang akh zawawi melatih renang beberapa santri. Ana dan akh zawawi pun tidak melewatkan kesempatan untuk balapan renang di kolam tersebut. Tentu saja kami jelaskan bahwa Rosulullos Shollollohu alaihi wa sallam mengnjurkan kegiatan berenang ini. Ahad pagi pukul 8 kami bertolak ke Cilegon dengan mengambil rute arah Labuan dan kami mampir di pantai Carita Pandeglang dan membiarkan para santri menikmati keindahan laut dan... lagi-lagi... mereka minta berenang. jadilah mereka berenang di Pantai Carita.


Program Guru Tamu

1. Memasak (bikin kue) Ummu umar -umar santri kami- pernah mengajarkan cara bikin kue untuk santri-santri program reguler yang berjumlah 9 orang. Kami berkunjung ke rumah Umar, sekitar 5 km dari BBS 3 Cilegon. Di rumah umar santri membuat adonan kue dan memasak kue tersebut.

2. Berkebun Pertama kali pelajaran berkebun diajarkan oleh Ummu Khodijah. Pelajaran disampaikan dengan cara langsung mempraktekkan tanaman.

3. Berkebun dan manfaat tanaman oleh Ummu fathimah yang pernah kuliah Di IPB Bogor . pada pelajaran ini santri dijelaskan tentang struktur dan fungsi tanaman secara umum. Setelah muroja'ah para santri langsung mengadakan 'tour' di sekitar rumah ummu fathimah untuk mengenal tumbuh-tumbuhan. setelah kuliah singkat para santri diberikan pertanyaan oleh Ummu Fathimah dan yang dapat menjawab mendapatkan hadiah. Setelah selesai memberikan pertanyaan ummu fathimah membagikan snack kepada para santri.... dan ustadzatnya. (Insya Alloh kami akan meminta Ummu Burhan, Penjahit terkenal di BBS 3 untuk mengajarkan dasar-dasar, menjahit bagi anak-anak Homeschoolers. Insya Allohu Ta'ala).

Demikian sedikit sharing dari saya. Semoga menjadi Inspirasi bagi antum semua.
Sumber: Milis As-Sunnah (dengan sedikit perubahan).
Continue reading →
Sabtu, 02 Mei 2009

Puisiku Untukmu

1 komentar
Oleh: Zain Atmawijaya

Masih ku ingat
kawan
saat dulu jemariku pernah kau genggam
sembari pundakku kau kokohkan
kau kata pada itu,
"Jalan kita masih panjang, kawan
masih banyak aral kan merintang
jangan dulu kau usap peluhmu
biarkan ia menetes jatuh
jangan dulu kau sarungkan pedangmu
biarkan ia tetap terhunus,
waktu kitapun terlalu berharga
untuk sekedar membalut luka
karena perang belum usai
bahkan genderangnya baru ditabuh
tetaplah di sini, bersamaku"
itu ucapmu.

Tapi lihatlah kini
kawan
saat sudah langkah ku tapaki
peluh tak pernah kuusap lagi
sayatan luka banyak tertoreh di tubuh ini
kau lepaskan genggamanmu
kau hapus jejak-jejak kaki
yang dulu pernah kau tapaki
sendiri,
kau meringis
dengan sedikit darah menetes,
kau balut
luka kecil yang tak seberapa
hingga akhirnya tak kutemui lagi
wujud perkasamu dijalan ini.

Aku masih di sini
kawan
di jalan ini
di perang ini
di jalan yang dulu kita pernah bertemu
di jalan yang dulu kau teguhkan langkahku
di jalan yang dulu kau mengilang dariku.

Aku masih di sini
kawan
masih menunggumu
kembali
aku ingin kita berpeluh lagi
aku ingin kita berdarah lagi
aku ingin kita berperang lagi
sekarang dan selamanya.



Cileungsi, 8 Jumadil Awwal 1429 H
Teruntuk "sebagian jiwaku" yang telah pergi, masih kunanti engkau kembali.
"Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Quluubanaa 'ala diinika"
("Wahai Dzat Yang Membolak-balik hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu")
Continue reading →
Rabu, 22 April 2009

Hadiah Untuk Peminat Sekolahrumah

0 komentar

Oleh: Abu Maryam Al Bantani

Alhamdulillah kami ucapkan jika anda merasa mantap untuk membekali pendidikan Islam anak-anak anda dengan metode Sekolahrumah (Homeschooling. ) Langkah selanjutnya adalah membekali diri anda untuk dapat menjadi guru, staf administrasi, dan teman baik anak anda selain peran sebagai orangtua yang menginginkan tercetaknya generasi penerus bangsa yang cinta al Qur-an dan as Sunnah dan meniti jalan salaful ummah. Yang demikian itu disebabkan pola pendidikan Sekolahrumah banyak melibatkan peran orangtua sebagai penyelenggara pendidikan bagi anaknya.

Sekolahrumah dianggap sebagai suatu bentuk pendidikan “murah meriah” (dan Alhamdulillah direstui pemerintah) dan yang tidak kalah penting adalah para orangtua dapat menanamkan ilmu kepada anak sesuai manhaj ahlussunnah wal jama’ah. Seorang petinggi DIKNAS RI mengatakan bahwa Sekolahrumah dapat membantu program wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah Indonesia . Namun kata beliau untuk dapat melaksanakan sekolahrumah dengan baik, seseorang memerlukan wawasan dan pengetahuan tentang berbagai pendekatan dan cara melaksanakan sekolahrumah yang benar. Oleh karena itu kemampuan orangtua untuk menjadi pengajar bagi anaknya adalah syarat mutlak untuk menyelenggarakan Sekolahrumah. Hal ini tentu saja bukan dalam rangka menyurutkan langkah ikhwah sekalian untuk memberikan pendidikan metode Sekolahrumah untuk anak anda. Namun semua itu untuk meyakinkan kita semua agar kesinambungan pendidikan anak-anak kita tetap terjaga.
Ada satu model Sekolahrumah yang dijelaskan DIKNAS yaitu Sekolahrumah Majemuk. Jika mengacu kepada penjelasan DIKNAS tersebut maka bentuk Sekolahrumah yang kami jalankan adalah Sekolahrumah Majemuk yaitu beberapa keluarga sepakat menjalankan Sekolahrumah. Bentuk Sekolahrumah ini lebih mudah bagi para orangtua yang belum memiliki pengalaman mengajar, terutama mengajar anak-anak yang memiliki karakteristik unik. Tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan mengajar sama pentingnya dengan ilmu yang diberikan bagi orangtua yang ingin menerapkan metode Sekolahrumah. Adapun orangtua yang menyelenggarakan sendiri disebut dengan “Sekolahrumah Tunggal.”

Dalam penyelenggaraannya, Sekolahrumah yang kami jalankan dibantu oleh lulusan Pondok Pesantren bermanhaj salaf, diantaranya lulusan pondok pesantren Al Furqon Gresik, Minhajussunnah Bogor, syaikh Jamilurrohman Yogyakarta. Dengan dibantu oleh ikhwah yang pernah mengecap pendidikan di pondok pesantren memudahkan kami untuk menyusun kurikulum diniyah sekaligus metode mengajarkannya.

Sebagai tambahan tulisan di Al Mawaddah beberapa edisi lalu tentang kunjungan ke Pondok pesantren Al Furqon Gresik, setelah berkunjung ke Pondok Al Furqon, kami melanjutkan kunjungan ke Pondok Thoifah Kediri, Imam Bukhari Solo dan Jamilurrohman Yogyakarta. Tujuannya adalah mempelajari dan membandingkan kurikulum yang diterapkan di pondok-pondok tersebut. Salah satu pola pendidikan yang diterapkan di pondok-pondok tersebut adalah menitikberatkan kepada hafalan al Qur-an. Alhamdulillah hal itu kami terapkan pula pada anak-anak kami sehingga mereka memprioritaskan hafalan al Qur-an, hafalan Hadits (Arbain An Nawawiyah dan hadits hadits pendek lain) dan materi Diniyyah seperti Fiqh, Aqidah, Akhlaq dan Siroh. Kami bersyukur kepada Alloh karena anak-anak kami disibukkan dengan menghafal al Qur-an. Nasehat kami janganlah terpengaruh syubhat yang mengatakan kebiasaan menghafal menjadikan bangsa ini terbelakang. Kita harus yakin bahwa seiring dengan bertambahnya ilmu dan berkembangnya intelektual dan emosional anak-anak dengan mempelajari al Qur-an dan as Sunnah maka pada gilirannya akan dengan mudah mengatasi permasalahan hidup bahkan permasalahan yang dihadapi bangsa ini dengan al Qur-an dan as Sunnah berdasarkan pemahaman salaful ummah sebagai referensi pertama dan utama mereka.

Adapun kurikulum pendidikan umum lebih mudah untuk kami susun karena buku-buku pelajaran umum dapat diperoleh dengan mudah. Namun perlu adanya tashfiyah dari buku buku pelajaran umum yang akan diberikan ke anak-anak kita. Untuk lebih aman, orangtua dapat mengajarkan pendidikan umum dengan pendekatan tematis. Misalnya kita ingin mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia kepada anak-anak kita maka pilihlah tema-tema Islam dalam pengajaran bidang studi tersebut. Atau pengajaran matematika dengan memberikan soal cerita: Ahmad kemarin bershodaqoh sebanyak 500 rupiah. Hari ini dia bershodaqoh lagi sebesar 2000. Berapa banyak uang yang dishodaqohkan Ahmad? Hal ini tentu saja menuntut kreativitas orangtua dalam mengajarkan anak-anaknya. Saya sarankan juga untuk mempelajari buku-buku pelajaran SD yang diterbitkan Yayasan Al Sofwa Jakarta Insya Alloh karena semua materi pelajaran umum sudah dikemas sedemikian rupa agar sejalan dengan manhaj Salaf. Selain itu Yayasan Al Sofwa juga menyediakan buku-buku diniyah yang Insya Alloh dapat digunakan untuk bahan ajar sekolahrumah kita.Wallohu a'lam. Tak kalah pentingnya adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga mereka merasa betah di sekolah sekaligus rumahnya. Tidak jarang anak-anak tidak termotivasi belajar karena faktor suasana belajar yang membuat mereka malas. Berdasarkan pengalaman, mayoritas anak-anak usia 7-9 belum memiliki intrinsic motivation (motivasi yang berasal dari dalam dirinya.) Salah satu teknik menanamkan motivasi kepada anak adalah dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, cara belajar siswa aktif selain tentu saja do’a orangtua agar anaknya senantiasa mencintai belajar.Dan salah satu teknik pengajaran yang paling efektif adalah dengan keteladanan. Maka mulailah benahi diri kita sebelum membenahi anak-anak kita. Ingat!Rosululloh shollollohu alaihi wa sallam berhasil mencetak manusia -manusia sekaliber shohabat ridhwanulloh alaihim ajmain salah satunya adalah dengan keteladanan.

Aspek lain yang harus diperhatikan adalah mengetahui bahwa anak-anak kita memiliki karakteristik unik. Dalam satu keluarga boleh jadi antara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda karakternya. Namun satu hal yang pasti adalah anak-anak kita berada diatas fithrohnya dan tugas para orangtua menjaga anak-anak agar senantiasa berada diatas fithrohnya. Mereka ini ibarat gelas kosong yang siap diisi apa saja dan para orangtualah yang mengisi gelas kosong tersebut. Maka nasehat kami perhatikanlah karakter dasar anak-anak kita dan bekali serta isi anak-anak kita dengan tarbiyyah yang memungkinkan mereka untuk senantiasa berada diatas fithrohnya. Al Qur-an dan As Sunnah berdasarkan pemahaman salaful ummah akan membuat anak-anak kita senantiasa berada di atas fithrohnya.

Adapun karakteristik anak-anak secara umum yang kami temui berdasarkan pengalaman adalah:

1. Mereka enerjik, seringkali tidak mau diam dan sering bergerak kesana kemari terutama anak laki-laki. Nasehat kami sabarlah dalam menghadapi karakter yang satu ini namun bukan berarti senantiasa membiarkan mereka bergerak semau mereka.

2. Mereka antusias, serba ingin tahu dan tertarik dengan apa saja. Manfaatkan karakter ini dengan memperlihatkan dan menceritakan sesuatu. Misalnya: bawalah gambar-gambar pemandangan seperti gunung, sungai, sawah. Biarlah mereka menikmati gambar tersebut sambil bertanya: siapakah yang menciptakan semua ini?..dst. Atau tanyalah apa bahasa arabnya gunung… bahasa arabnya awan… dst? Selain itu anak-anak sangat antusias sekali jika diceritakan kisah kisah kepahlawanan yang kami ambil dari buku-buku Siroh. Manfaatkan karakter ini untuk menanamkan kisah-kisah yang sarat keteladanan dan kepahlawanan dari tokoh-tokoh Shohabat, sehingga mereka terbiasa meng-idolakan Abu Bakar, Umar, Hamzah dan para shohabat lainnya- semoga Alloh meridhoi mereka.

3. Mereka cepat. Anak-anak cepat sekali menghafal dan cepat merekam apa yang mereka dengar dan lihat. Manfaatkan karakter ini untuk menghafal al Qur-an dan al Hadits. Lihatlah bagaimana salah seorang Imam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang sangat dihormati dan populer di Indonesia yaitu Imam Syafi’i, beliau hafal al Qur-an di usia dini. Namun jangan lupa mereka belum memiliki motivasi dari dalam dirinya sehingga orangtua harus senantiasa membimbing anaknya untuk mengulang ulang hafalan al Qur-an agar hafalan tersebut tidak hilang .Putarkan kaset murottal al Qur-an. Yang tidak kalah pentingnya jauhkan anak-anak dari media televisi karena tidak mungkin “ma’had” yang anda bangun di rumah untuk anak anda tersedia media perusak paling wahid di rumah anda yakni televisi yang dapat membunuh karakter anak sekaligus mangacaukan hafalan Al Qur-an anak anda! Ingat… anak akan cepat merekam pengaruh buruk televisi!

4. Mereka ribut. Janganlah terpancing emosi dalam menghadapi karakter yang satu ini dan jangan terburu-buru memvonis anak anda dengan vonis “nakal dan tidak mau diatur.” Jangan membayangkan anak-anak seperti anda yang duduk tenang ketika pengajian berlangsung. Namun sekali lagi bukan berarti anak-anak dibiarkan ribut dan tidak memiliki adab. Anda harus sabar dan dapat mengendalikan emosi dalam menghadapai keributan anak dan pandai menyusun kata-kata yang baik dan pas bagi anak-anak ketika menasehati anak anda. Jangan lupa do’akan anak ketika mereka berbuat kesalahan seperti ashlahakumulloh dan berikan pujian berupa do’a jika mereka berbuat kebaikan dengan do’a Barokallohu fiik.

5. Mereka anak-anak. Anak-anak adalah anak-anak. Maka bersikaplah realistis dan tidak menuntut tuntutan yang melampaui kemampuan mereka. Anak-anak walaupun sudah diberi pemahaman tentang Ilmu Dienul Islam namun mereka tetap membutuhkan bimbingan dan pengawasan. Misalnya biarpun mereka telah diajarkan beberapa adab Islami seperti tidak boleh makan dengan berdiri namun seringkali mereka makan sambil berdiri bahkan sambil berjalan. Oleh karena itu jangan membayangkan bahwa dengan sekali atau dua kali pengajaran tentang adab-adab Islami kemudian secara otomatis mereka akan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah pentingnya peran orangtua sebagi murobbi yakni senantiasa mengawasi dan membimbing anaknya serta senantiasa mendoakan mereka.

6. Mereka menyenangkan. Pertama kali yang harus ditanamkan adalah anak-anak dapat menyenangkan anda, oleh karena itu bersikaplah positif terhadap anak-anak. Wallohu a'lam.

Karakter anak tersebut hanya contoh kecil yang kami temui ketika menjalankan Sekolahrumah Majemuk. Saran kami perbanyaklah membaca buku-buku pendidikan anak diantaranya buku Nida Ilal Murobbiyyin Wal Murobbiyyat Lit Tawjihil Banin Wal Banat (Petunjuk Praktis Bagi Para Pendidik Muslim) oleh Syaikh Muhammad Jamil Zainu, yang diterjemahkan oleh Ustadz Ahmas Faiz terbitan Pustaka Istiqomah, tahun 1997. Atau buku yang belum lama ini terbit berjudul "Begini seharusnya menjadi Guru" karya syaikh Fuad terbitan Darul Haq Jakarta (Mudah-mudahan Al Akh Abu Isa Hasan Cilandak mau membuat resensi buku ini di milis). Namun sekali lagi dunia pengajaran adalah dunia praktek dan teknis, artinya tidak berhenti kepada teori di atas kertas saja. Saran lain, jika memungkinkan undang ustadz-ustadz salafy untuk memberikan dauroh di kota anda tentang pendidikan anak sekaligus sosialisasikan metode Sekolahrumah ini kepada saudara-saudara kita yang lain dan ajak mereka untuk menjalankan bersama-sama. Selain itu adakan program berbagi dengan komunitas Sekolahrumah Salafy di sekitar anda (jika anda sudah mempraktekkan Sekolahrumah) untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul sekaligus sharing tentang teknik pengajaran serta sharing bahan ajar. Hal ini akan banyak manfaatnya sehingga anak anda akan senantiasa di update dengan teknik pengajaran serta bahan ajar terkini.Wallohu a’lam. Mendidik anak memang perlu banyak persiapan dan pengorbanan namun jangan khawatir pahalanyapun besar dan akan senantiasa mengalir walaupun kita sudah meninggal dunia jika anak kita menjadi anak yang sholih. Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan untuk mencetak anak sholih dan sholihah.

Mudah-mudahan sedikit masukan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Ana berharap antum semua dapat membangun sekolah-sekolah salafy berbasis rumah dan keluarga di daerah antum sendiri. Billahit tawfiq wal hidayah.

Sumber gambar: http://cheeqarahmat.wordpress.com






Continue reading →
Kamis, 19 Maret 2009

MEDIU Buka Arabic Course!

2 komentar
Oleh: Mediu Yogyakarta

Era Globalisasi menuntut kemampuan penguasaan Bahasa Asing yang handal. Di samping Bahasa Inggris sebagai Bahasa komunikasi Internasional, Bahasa Arab juga memiliki peran penting dalam pergaulan Internasional. Semakin berkembangnya sistem ekonomi syariah, semakin luasnya khazanah keilmuan dunia Islam adalah di antara alasan kuat untuk mempelajari Bahasa Arab. Terlebih lagi bagi seorang muslim, di mana sumber ajaran agama Islam semuanya tertulis dalam bahasa Arab yang jelas.

Dalam upaya mengembangkan semangat berbahasa Arab, Divisi Bahasa Arab Al Madinah International University (MEDIU) bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari bermaksud untuk membuka program kursus Bahasa Arab yang akan memadukan metode klasikal dengan metode virtual yang akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mempelajari Bahasa Arab.

KURIKULUM
Level 1:

1. Dasar-dasar penulisan Bahasa Arab 1

Mabaadi' al Kitaabah bi al Lughah al 'Arabiyah 1

2. Dasar-dasar kaidah Bahasa Arab 1

Al Qawaa’id al ‘Arabiyah al Asasiyah al Muyassarah li al Mubtadiin 1

3. Dasar-dasar membaca Bahasa Arab (Arab gundul) 1

Mabaadi' al Qiraah fi al Lughah al 'Arabiyah 1

4. Dasar-dasar percakapan Bahasa Arab 1

Mabaadi' at Ta’biir bi al Lughah al 'Arabiyah 1



Level 2:

1. Dasar-dasar penulisan Bahasa Arab 2

Mabaadi' al Kitaabah bi al Lughah al 'Arabiyah 2

2. Dasar-dasar kaidah Bahasa Arab 2

Al Qawaa’id al ‘Arabiyah al Asasiyah al Muyassarah li al Mubtadiin 2

3. Dasar-dasar membaca Bahasa Arab (Arab gundul) 2

Mabaadi' al Qiraah fi al Lughah al 'Arabiyah 2

4. Phonologi Bahasa Arab

Mabaadi' ‘Ilmi Ashwat al Lughah al ‘Arabiyah

5. Dasar-dasar percakapan Bahasa Arab 2

Mabaadi' at Ta’biir bi al Lughah al 'Arabiyah 2



Level 3:

1. Nahwu/Sintaksis 1

An Nahwu al ‘Arabiy al Muyassar 1

2. Menyimak Bahasa Arab

Al Imla’ al ‘Arabiy

3. Analisis Kalimat Bahasa Arab 1

Al Muthaala’ah al ‘Arabiyah 1

4. Menyusun tulisan Bahasa Arab 1

Al Insya al ‘Arabiy 1

5. Materi Keislaman Pilihan*



Level 4:

1. Nahwu/Sintaksis 2

An Nahwu al ‘Arabiy al Muyassar 1

2. Analisis Kalimat Bahasa Arab

Al Muthaala’ah al ‘Arabiyah 2

3. Menyusun Tulisan Dalam Bahasa Arab 2

Al Insya al ‘Arabiy 2

4. Teks-teks Sastra Arab

An Nushush al Adabiyah

5. Materi Keislaman Pilihan*



Materi keislaman pilihan dapat memilih materi: Akidah, Tafsir, Hadits, Fikih, Hadits atau Sejarah Islam.



FASILITAS
1. Sertifikat program terakreditasi Internasional

2. Laboraturium Komputer

3. Akses internet broadband gratis

4. Hotspot area

5. Ruang kelas ber-AC

6. CD pembelajaran dan text book

7. Account email ekslusif untuk peserta



PERSYARATAN

1. FC Identitas (KTP/SIM/Paspor/Tanda pengenal lain)

2. Pas foto terbaru 3x4 (4 lbr)

3. Biaya pendaftaran: Rp 50.000,-

4. Membayar biaya pendidikan per level



BIAYA PENDIDIKAN

Level 1: Rp 1.200.000,-

Level 2: Rp 1.500.000,-

Level 3: Rp 1.400.000,-

Level 4: Rp 1.400.000,-

Biaya dapat dicicil 50% di awal dan sisanya diangsur setiap bulan selama masa belajar.



MULAI BELAJAR

Kursus akan dimulai pada tanggal, 8 Juni 2009



WAKTU PENDAFTARAN DAN INFORMASI

Pendaftaran dan informasi dapat dilakukan setiap jam kerja di MEDIU Learning Center setiap hari pukul 09.00-16.00.



SISTEM PENDIDIKAN

Tatap muka: Kuliah disampaikan dengan sistem tatap muka dengan pengajar di kelas.

Konsultasi online: Mahasiswa bisa bertanya kepada pengajar pada sesi khusus atau melalui email yang disediakan tiap pekannya secara langsung maupun Online melalui internet.

Belajar mandiri secara online: Mahasiswa dapat mengakses materi kuliah, mengerjakan soal latihan dan tugas kuliah secara Online dari mana saja dan kapan saja.



JADWAL KULIAH

Kelas Pagi: 09.00 – 10.30

Kelas Sore: 17.00-19.00

Kelas Malam: 20.00 – 21.30

Kuliah perdana bulan Juni 2009



INFORMASI PENDAFTARAN

Pesantren Virtual Al Madinah Internasional

Jl. Kusumanegara No. 222, Muja-muju,

Yogyakarta 55165, (Selatan BMT Jogja Prima Sejahtera)

Tel: 0274 376751

Fax: 0274 375872

HP: +6285228302205
Continue reading →
Jumat, 13 Maret 2009

BELAJAR DARI PEMULUNG SAMPAH

0 komentar

Oleh: Aminuddin Imam Muhayi. Email:amienuddin@telkom.net

Pagi buta, ia sudah siap dengan keranjang besar di punggungnya, tongkat penjepit dan magnet bundar di ujungnya. Ia datangi satu demi satu tong sampah di setiap rumah. Ia korek-korek, kadang ia mendapati botol plastik, kadang ia dapati kaleng bekas minuman bersoda, kadang ia dapati kardus dan Koran. Ia mulai memisahkan berdasarkan jenisnya.

Menjelang siang hari keranjang besar itu sudah penuh dengan sampah beraneka jenis. Ia datangi pengepul, ditukarnya sekeranjang sampah itu dengan beberapa lembar uang ribuan setelah sebelumnya ditimbang berdasarkan jenisnya. Pemulung memang mendapatkan uang tidak sebesar yang kita dapatkan, tapi ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil?

Pertama, Bergegaslah dan jangan Malas!.

Kantuk adalah tanda kehidupan, tapi manakala kantuk itu menjadi alasan utama yang membuat kita berhenti beraktivitas wajib, maka itu adalah tanda "kematian". Kita harus mengalahkan kantuk dan kemalasan setiap hari. Bahkan Rasulullah mengajari kita untuk berlindung dari kelemahan dan kemalasan. Setiap hari pemulung harus berpacu dengan tukang sampah, ketika ia terlambat beberapa saat saja, ia akan kehilangan sampah yang seharusnya bisa pungut. Walau hanya dibalut dengan baju atau kaos lusuh plus celana seadanya, ia harus bergegas sembari bersusah payah membelalakkan kedua matanya untuk mengusir kantuk yang mendera. Ia akhirnya setiap hari berhasil mengalahkan kemalasan, sikap lemah dan berhasil menjemput rizkinya di balik tong-tong sampah. Bagaiman dengan kita?

Kedua, sambut pagi!.

Memulai aktifitas dari pagi hari. Rasulullah pernah besabda:

بورك أمتي في بكورهم, artinya: "Umat ku diberkahi pada pagi hari mereka". Seorang muslim setelah menjalankan shalat malam, dan kemudian istirahat sebentar lalu menjalankan shalat subuh di masjid, tibalah saatnya untuk mencari karunia Allah di muka bumi. Kita diwajibkan menyebar di segenap bumi untuk mencari maisyah, mencari sumber-sumber rezeki dari berbagai pintunya. Apapun profesi kita, apakah guru, pedagang, pebisnis, karyawan, pagi hari adalah waktu yang sangat baik untuk memulai aktivitas. Pagi adalah awal hari, saat fajar mulai menunjukkan kemerahannya, disusul mentari, kicauan burung dan kokokan ayam jantan. Udara pagi hari seberapapun kotornya nanti, adalah kondisi paling ideal untuk dihirup seluruh makhluq hidup termasuk kita. Saat itu pula badan kita telah kembali segar dan bergairah, setelah beberapa jam kita terlelap dan kita biarkan sel-sel tubuh kita meregenerasi dirinya. Saat itulah kuncup-kuncup bunga kembali bermekaran, setelah semalaman ia menguncupkan dirinya. Saat itulah bayi-bayi membuka matanya, tersenyum menebarkan kebahagiaan bagi setiap orang yang menatapnya. Saat itulah Malaikat mendoakan keberkahan bagi orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah. Itulah pagi hari. Maka sebaik-baik aktivitas yang baik idealnya kita mulai saat pagi.

Ketiga, bawalah bekal walau itu berat!.

Lihatlah pemulung, keranjangnya melebihi besar tubuhnya, dipikul di punggungnya, iapun membawa tongkat untuk memudahkan memungut sampah. Ia paham benar apa yang akan ia lakukan dengan bekalnya. Keranjangnya sebanding dengan uang yang ia harapkan setelah ia menjual sampah hasil pencariannya. Bahwa kita dengan berbagai profesi kita, membutuhkan bekal untuk mencapai impian dan hasil yang kita harapkan. Semakin kita siap dan sungguh-sungguh mempersiapkannya semakin siap kita menjemput impian dan sukses yang kita harapkan itu. Kadang bekal itu sangat berat, dan itulah mungkin resiko yang harus kita pikul agar hasil yang kita capai maksimal. Dan sebaik-baik bekal sesungguhnya adalah taqwa, apapun impian yang ingin anda capai. Karena taqwa dijadikan Allah sebagai wasilah agar kita ditolong, agar kita memperoleh jalan keluar dari setiap keruwetan yang kita hadapi, agar kita dimudahkan dan agar kita memperoleh rezeki dari pintu yang tidak kita sangka-sangka.

Keempat, kumpulkan sedikit demi sedikit!.

Keranjang tukang sampai begitu besar, sementara sampah-sampah yang ia pungut mungkin hanya satu buah disetiap tong sampah, malah mungkin ia tidak dapatkan satupun darinya. Tapi ia tidak pernah berhenti dan bosan untuk menghentikan kerjanya, memunguti satu demi satu, mengumpulkan sampah-sampah hingga keranjangnya penuh. Anda, saya mungkin memiliki impian dan target pencapaian yang sangat besar. Seakan-akan target itu sulit bahkan mustahil kita penuhi. Tapi yakinlah bahwa jika sedikit demi sedikit kita kumpulkan kemampuan dan hasil-hasil kecil itu hingga akhirnya target kita terpenuhi. Lihatlah bukankah buku-buku ditulis selembar demi selembar. Lihatlah bukankah banjir itu berasal dari kumpulan dari setitik air hujan?

Kelima, klasifikasikan yang Anda temukan!.

Apapun yang kita miliki, kita dapatkan dan kita hasilkan cobalah untuk dikumpulkan sesuai dengan jenisnya. Itu akan memudahkan kita untuk memikirkannya dan managenya. Klasifikasi itu akan memberi kita nilai yang lebih daripada kita satukan. Bukankan ketika seorang pemulung menjual sampahnya berdasarkan jenisnya ia akan memperoleh uang lebih daripada ia memborongkannya?

Keenam, tukarlah apa yang telah anda hasilkan!.

Berapapun hasilnya yang telah anda peroleh, ia tidak akan bernilai apapun jika tidak Anda tukar dengan sesuatu yang anda inginkan. Bukankah Allah telah mewajibkan hambanya untuk beribadah kepadaNya, tapi Dia juga memberikan bagi hambanya surga dengan rahmatNya? Surga adalah nilai tukar yang akan kita dapatkan setelah kewajiban kita jalankan, walaupun ibadah itu sebenarnya sangat tidak sebanding dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Itulah pelajaran yang dapat kita ambil dari seorang pemulung. Wallahu a'lam.
Sumber photo: jakartadailyphoto.com
Continue reading →
Minggu, 08 Maret 2009

Maharku Untukmu

0 komentar


Oleh: Zain Atmawijaya

Ku tahu, kilauan emas atau bahkan mutiara tak akan menyilaukan mata jelitamu. Sebagaimana ku tahu betapa berharganya engkau bagiku. Wahai 'Bidadariku…'

Tak jua kau tanya apa pekerjaanku dan berapa penghasilanku, sebagaimana para wanita dunia itu berlomba mendapatkan lelaki yang kaya raya. Kau bukan seperti itu 'Bidadariku…'

Juga kau tak peduli bahwa aku hanya lelaki tanpa sederetan gelar di belakang namaku. Aku bukanlah sarjana atau master terlebih lagi doktor. Aku hanya lelaki yang tergila-gila padamu!

Engkau tak peduli itu semua. 'Bidadariku…'

Padahal cantik parasmu tak akan bisa tergoreskan oleh barisan kata pujian para penyair yang memujamu. Mata lentikmu akan mampu menusuk dada hingga tembus ke jantung tiap lelaki yang memandangmu, bahkan ia lebih tajam daripada pedang para pejuang! Kau sempurna 'Bidadariku…'

Ku ingin melamarnu, dengan mahar yang kau inginkan;

Berupa sujud-sujud panjangku di sepertiga malam, berupa ringkihan permohonan ampunku kepada Rabbku, berupa tapak-tapak kaki yang kulangkahkan menuju taman-taman surga; masjid dan majlis ilmu, berupa sayatan luka dan tetesan darah yang tertumpah di medan-medan perjuangan.

Ku ingin melamarmu, bidadari surga!
Mahar itu akan kuserahkan. Akad itu akan kuucapkan!

Tunggu aku di dipan-dipan rumah kita di surga! Tunggu aku untuk kita memadu cinta!

Dari aku yang merindukanmu.

Bogor, Rabii'ul Awwal 1430 H/Maret 2009 M.
Continue reading →
Selasa, 03 Februari 2009

POSTER ROKOK

0 komentar
Oleh: Zain Atmawijaya

Bukan karena ikut-ikutan trend 'fatwa haram rokok' dari MUI, Tapi karena beberapa hari yang lalu saya mendapat email dari seorang sahabat jazahullahu khairan yang isinya beberapa poster tentang rokok. Poster-poster tersebut saya rasa sangat bagus jika saya posting di blog ini. Berikut poster-poster tersebut dengan saya beri judul yang kira-kira tepat untuk setiap posternya:

1.Rokok Adalah Peluru!





2. Rokok Adalah Bom Waktu.





3. Rokok: "Bayang-Bayang Kematian."





4. Rokok: Pengerat Nyawa!




5. "Hai Perokok! Ukur Sendiri Hidupmu!"




6. Perokok...Riwayatmu kini...




7. Wajah Masa Depan Sang Perokok:



8. "Bermain Korek Api"


Setelah kita melihat poster-poster rokok di atas, masih maukah kita mencoba benda tersebut! Saya jadi teringat perkataan seorang tokoh, sambil santai dia mengomentari soal rokok: "Bicara masalah rokok kita tidak usah membawa-bawa agama...rokok itukan satu produk, nah produk yang bagus itu adalah produk yang belum lewat masa kadaluarsanya, lha rokok itu...di bungkusnya saja tidak ada masa kadaluarsanya, berarti dari sononya rokok itu adalah racun!" he..he..he..iya kan?! "jadi-zen! jadilah yang terbaik!"
Continue reading →
Sabtu, 24 Januari 2009

Bangkitlah Mahasiswa!

0 komentar
Oleh: Yulian Purnama

Mahasiswa boleh merasa berbangga dengan predikat-predikat yang dilekatkan kepada mereka. Agent of change, penerus bangsa, reformator atau predikat lainnya. Mereka juga boleh berbangga dengan berbagai penelitian mereka, dengan teori-teori dan metode ilmiah yang mereka pelajari, banyak permasalahan yang terselesaikan. Mereka juga boleh berbangga karena ditengah masyarakat mahasiswa dikenal sebagai sosok-sosok nan cerdas, ilmiah, kritis serta berani.

Mahasiswa yang di daulat sebagai Agent Of Change, mereka pun cukup peka terhadap isu-isu krusial. Mereka cepat tanggap memberi respon terhadap gejolak-gejolak sosial. Dalam sekejap mereka berubah menjadi manusia-manusia yang super kritis yang tidak berhenti bertanya ‘mengapa begini?’, ‘mengapa begitu?’, ‘padahal khan seharusnya begini…’, ‘padahal khan nyatanya begitu…’

Namun ironisnyamelihat fakta di sekitar kita, dalam perkara agama, mahasiswa seolah kehilangan tajinya. Tatkala mereka di ajari pak kyai dzikir-dzikir aneh, mereka patuh saja. Tatkala pak haji mengajari cara shalat yang (ternyata) salah, mereka hanya bisa manut saja. Ketika ada pak ustadz mengajarkan amalan-amalan bid’ah, mereka ikut saja. Sewaktu ada ‘murobbi’ yang gemar memberi fatwa serampangan, mereka pun hanya bisa mengamini. Tatkala ada aktifis partai berlabel Islam yang menggiring mereka ke jalan untuk berteriak-teriak dan membuat macet jalan, mereka pun berbaris teratur mematuhinya. Kemana sifat cerdas, kritis, ilmiah dan berani di dada mereka? Tidak adalagi pertanyaan ‘mengapa begini?’, ‘mengapa begitu?’, ‘apa dasarnya? ‘, ’apa dalilnya? ’

Islam adalah agama yang ilmiah

Allah Ta’ala berfirman:
ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسئولا

Artinya: “Janganlah engkau mengikuti apa yang tidak kamu ketahui . Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawaban” [Al Isra: 36]

Dalam Tafsir As Sa’di dijelaskan maksud ayat ini: “Janganlah engkau mengikuti apa yang tidak kamu ilmui, namun seharusnya tatsabbut (cek dan ricek) dalam setiap perkataan dan perbuatanmu ” [Tafsir As Sa’di]. Subhanallah, bukankah ini metodologi ilmiah? Ketika seseorang menyatakan sebuah statement ilmiah dalam forum ilmiah, tentu dia akan dipertanyakan adakah penelitian yang mendukung statement tersebut? Teori apakah yang mendasari statement tersebut? Jangan asal bicara! Kira-kira demikian. Maka demikian juga dalam beragama yang benar, harus memiliki dasar, memiliki landasan teori, yaitu ilmu syar’I yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah. Jika seseorang yang berbicara serampangan tanpa dasar ilmiah dalam perkara duniawi saja akan dimintai pertanggungjawaban, maka tentu berbicara atau berbuat serampangan tanpa dasar dalam masalah agama lebih besar pertanggungjawabannya.

Kemudian apa yang terjadi jika seorang mahasiswa fakultas Matematika yang membuat penelitian dengan mengambil beberapa teori dari seorang ahli sastra terkemuka?? Jelas tidak relevan dan penelitiannya layak untuk ditolak. Atau ia mengambil teori dari seorang doktor di bidang Matematika namun terkena kasus pemalsuan thesis?? Maka penelitian tersebut pun akan diragukan. Lihatlah, dalam metodologi ilmiah ternyata memperhatikan sumber pengambilan referensi. Semakin kompeten sumber referensi yang diambil, akan semakin bermutu penelitian yang dibuat.

Demikian juga dalam beragama, metode(manhaj) beragama yang paling benar dan lurus adalah yang merujuk pada orang-orang paling mengetahui dan ahli dalam agama ini. Orang yang berada di urutan teratas adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, karena beliaulah manusia yang paling tahu tentang agama yang dibawanya. Setelahnya adalah para sahabat radhiallahu’anhum ajma’in, seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Bin Khattab,Utsman Bin Affan dan yang lain. Karena merekalah yang mengambil ilmu langsung dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan ajaran yang dibawa beliau. Urutan selanjutnya adalah para tabi’in, seperti Hasan Al Bashri, Sufyan Ats Tsauri, Abdullah bin Mubarok, Sa’id bin Musayyab, dan yang lain. Karena mereka yang mengambil ilmu langsung dari para sahabat. Dan selanjutnya adalah jalannya orang-orang yang mengikuti mereka seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah, Imam Asy Syafi’I, Imam Ahmad bin Hambal, dan yang lain. Demikianlah, hal ini berdasar hadits :

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku ( para sahabat ) kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya ( tabiu’t tabi’in )” [HR. Bukhari-Muslim]

Para ulama Islam dari dahulu hingga sekarang adalah orang-orang yang cermat dan berhati-hati dalam pengambilan sumber ilmu. Misalnya dalam periwayatan hadits, Ibnu Sirin dalam Shahih Muslim berkata:
ان هذا العلم دين, فانظرواعمن تأخذوندينكم

“Sesunggunya ilmu hadits ini adalah bagian dari agama, maka perhatikanlah dari siapa engkau mengambilnya”

Berbeda dengan Yahudi dan Nasrani yang tidak memperhatikan sanad (jalur periwayatan) terhadap ilmu-ilmu dalam agama mereka. Sehingga mereka pun menyimpang jauh dari kebenaran, karena mengambil ilmu dari sumber-sumber yang tidak dikenal dan tidak dipercaya. Maka sanad adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang ilmiah. Sampai-sampai Sufyan Ats Tsauri berkata:
الإسناد سلاح المؤمن

“Sanad adalah senjata seorang mu’min”

Walhasil, sebagian kaum muslimin yang beragama dengan tanpa sandaran, tanpa rujukan, hanya ikut perkataan ustadz, hanya manut pada kyai, berdalil dengan ‘katanya…..’, berdalil dengan ‘menurut saya…’, berdalil dengan ‘saya rasa….’, sungguh mereka telah menginjak-injak keilmiahan Islam. Dan mahasiswa, yang disifati sebagai orang yang ilmiah dan intelektualis, sepatutnya tidak demikian.

Orang jenius dan Islam
Masih ada orang yang beranggapan bahwa orang-orang yang ‘alim, yang memiliki perhatian dan menyibukkan diri dengan agama adalah orang-orang yang kuno, kurang pandai, ber-IQ rendah, tidak mengerti ilmu eksakta sehingga orang-orang yang ingin dikatakan ‘intelek’ pun menjauhi belajar agama.
Tentu ini tidak benar. Setelah kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang ilmiah, maka konsekuensinya, dalam mendalami dibutuhkan orang-orang yang bisa melakukan metodologi ilmiah, dan yang demikian hanya bisa dilakukan oleh orang yang pandai, cerdas serta ‘encer’ otaknya.

Dan sejarah telah membuktikan bahwa para ulama Islam sejak dahulu hingga sekarang adalah orang-orang yang pandai, cerdas bahkan jenius! Lihatlah Imam Bukhari rahimahullah, begitu kuat hafalannya sehingga saat ada 10 orang ahli hadits yang masing-masing menyebutkan 10 hadits dengan urutan sanad yang sengaja di kacaukan, beliau dapat menyebutkan urutan sanad yang benar dari 100 hadits tersebut! Sufyan Ats Tsauri saking kuat hafalannya ia sampai berkata, “Saya melewati penjahit di pasar sambil menutup telinga saya, karena khawatir menghafal apa yang ia katakan” [Lihat di Siyar ‘Alamin Nubala, 7/222, dinukil dari Kayfa Tatahammas]. Dan betapa banyak diantara mereka yang hafal Al Qur’an di usia dini.

Perhatikanlah wahai mahasiswa, ni’mat Allah yang telah berikan kepadamu berupa kecerdasan dan kepandaian, sudah digunakan untuk apa? Semoga Allah merahmati para ulama yang telah mensyukuri ni’mat kecerdasan dan kepandaian yang mereka miliki dengan menggunakannya untuk mendalami ilmu agama dan menda’wahkannya kepada ummat secara ilmiah.
لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد

Artinya: “Jika kalian bersyukur sungguh akan Kami tambahkan ni’mat kepada kalian. Namun jika kalian ingkar sungguh azab-Ku sangatlah pedih” [Ibrahim: 3]

Mahasiswa Bangkitlah!
Ditengah banyaknya ‘pembodohan’ dalam beragama di tengah masyarakat, dibutuhkan sosok-sosok yang dapat membebaskan mereka dari ‘pembodohan’ tersebut. Dikala masyarakat banyak dipengaruhi para ustadz, kyai dan da’i yang mengajarkan Islam secara serampangan dan tanpa dasar, dikala banyak aliran-aliran yang mengajak pengikutnya untuk bertaqlid buta sehingga menciptakan banyak friksi dalam masyarakat Islam, dikala kelompok liberal mengajak ummat untuk ‘murtad’ secara halus, maka dibutuhkan pribadi-pribadi yang pandai nan cerdas, yang merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan metodologi ilmiah untuk membebaskan dari ‘pembodohan’ tersebut. Jika memang benar klaim bahwa mahasiswa adalah manusia-manusia yang ilmiah, kritis, cerdas dan berani, maka nampaknya merekalah yang cocok untuk mengemban tugas ini.

Islam adalah agama yang ilmiah, dan untuk berislam dengan benar memang harus ilmiah. Belajar Islam yang benar pun butuh kepandaian dan kecerdasan. Maka sudah sepatutnya para mahasiswa muslim untuk bangkit menegakkan dien mereka, tidak hanya berkutat pada hal-hal duniawi belaka. Sudah sepatutnya mereka memutar otak mereka, tidak hanya untuk ‘urusan perut’ belaka, melainkan hal yang lebih besar dan penting yaitu memikirkan bagaimana nasibnya di akhirat kelak. Yaitu dengan menempuh jalan beragama yang benar. Ya, bangkitlah mahasiswa!

Dan langkah pertama untuk kebangkitan itu adalah: belajar.
Continue reading →
Kamis, 08 Januari 2009

Permusuhan Yahudi Pada Islam Dalam Sejarah

0 komentar
Oleh: Kholid Syamhudi, Lc

Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah terkenal dan ada sejak dahulu kala. Dimulai sejak dakwah Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam dan mungkin juga sebelumnya bahkan sebelum kelahiran beliau. Hal ini mereka lakukan karena khawatir dari pengaruh dakwah islam yang akan menghancurkan impian dan rencana mereka.

Namun dewasa ini banyak usaha menciptakan opini bahwa permusuhan yahudi dan islam hanyalah sekedar perebutan tanah dan perbatasan Palestina dan wilayah sekitarnya, bukan permasalahan agama dan sejarah kelam permusuhan yang mengakar dalam diri mereka terhadap agama yang mulia ini.

Padahal pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan eksistensi, bukan persengkataan perbatasan. Musuh-musuh islam dan para pengikutnya yang bodoh terus berupaya membentuk opini bahwa hakekat pertarungan dengan Yahudi adalah sebatas pertarungan memperebutkan wilayah, persoalan pengungsi dan persoalan air. Dan bahwa persengketaan ini bisa berakhir dengan (diciptakannya suasana) hidup berdampingan secara damai, saling tukar pengungsi, perbaikan tingkat hidup masing-masing, penempatan wilayah tinggal mereka secara terpisah-pisah dan mendirikan sebuah Negara sekuler kecil yang lemah dibawah tekanan ujung-ujung tombak zionisme, yang kesemua itu (justru) menjadi pagar-pagar pengaman bagi Negara zionis. Mereka semua tidak mengerti bahwa pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan lama semenjak berdirinya Negara islam di Madinah dibawah kepemimpinan utusan Allah bagi alam semesta yaitu Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.
Demikianlah permusuhan dan usaha mereka merusak Islam sejak berdirinya Negara islam bahkan sejak Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. hijrah keMadinah sampai saat ini dan akan berlanjut terus. Walaupun tidak tertutup kemungkinan mereka punya usaha dan upaya memberantas islam sejak kelahiran beliau Shallallahu’alaihi Wasallam . hal ini dapat dilihat dalam pernyataan pendeta Buhairoh terhadap Abu Tholib dalam perjalanan dagang bersama beliau diwaktu kecil. Allah l telah jelas-jelas menerangkan permusuhan Yahudi dalam firmanNya:

لتجدن أشد الناس عداوة للذين آمنوا اليهود والذين أشركوا

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”. (QS. 5:82)

Melihat demikian panjangnya sejarah dan banyaknya bentuk permusuhan Yahudi terhadap Islam dan Negara Islam, maka kami ringkas dalam 3 marhalah;

Marhalah (tahapan) pertama: Upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masa awal perkembangan dakwah islam dan cara mereka dalam hal ini.

Diantara upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah islam dimasa-masa awal perkembangannya adalah:

1. Pemboikotan (embargo) EkonomiKaum muslimin ketika awal perkembangan islam di Madinah sangat lemah perekonomiannya. Kaum muhajirin dating keMadinah tidak membawa harta mereka dan kaum Anshor yang menolong merekapun bukanlah pemegang peekonomian Madinah. Oleh karena itu Yahudi menggunakan kesempatan ini untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka dan melakukan embargo ekonomi.Para pemimpin Yahudi enggan membantu perekonomian kaum muslimin dan ini terjadi ketika Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. mengutus Abu Bakar menemui para pemimpin Yahudi untuk meminjam dari mereka harta yang digunakan untuk membantu urusan beliau dan berwasiat untuk tidak berkata kasar dan tidak menyakiti mereka bila mereka tidak memberinya. Ketika Abu Bakar masuk Bait Al Midras (tempat ibadah mereka) mendapati mereka sedang berkumpul dipimpin oleh Fanhaash –tokoh besar bani Qainuqa’- yang merupakan salah satu ulama besar mereka didampingi seorang pendeta yahudi bernama Asy-ya’. Setelah Abu Bakar menyampaikan apa yang dibawanya dan memberikan surat Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam kepadanya. Maka ia membaca sampai habis dan berkata: Robb kalian butuh kami bantu! Tidak hanya sampai disini saja, bahkan merekapun enggan menunaikan kewajiban yang harus mereka bayar, seperti hutang, jual beli dan amanah kepada kaum muslimin. Berdalih bahwa hutang, jaul beli dan amanah tersebut adanya sebelum islam dan masuknya mereka dalam islam menghapus itu semua. Oleh karena itu Allah berfirman:

ومن أهل الكتاب من إن تأمنه بقنطار يؤده إليك ومنهم من إن تأمنه بدينار لا يؤده إليك إلا ما دمت عليه قائما ذلك بأنهم قالوا ليس علينا في الأميين سبيل ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون

Di antara Ahli Kitab ada orang yang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaranmereka mengatakan:”Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (QS. 3:75).

2. Membangkitkan fitnah dan kebencian.Yahudi dalam upaya menghalangi dakwah islam menggunakan upaya menciptakan fitnah dan kebencian antar sesama kaum muslimin yang pernah ada dihati penduduk Madinah dari Aus dan Khodzraj pada masa jahiliyah. Sebagian orang yang baru masuk islam menerima ajakan Yahudi, namun dapat dipadamkan oleh Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. diantaranya adalah kisah yang dibawakan Ibnu Hisyam dalam Siroh Ibnu Hisyam (2/588) ringkas kisahnya: Seorang Yahudi bernama Syaas bin Qais mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajlis bareng dengan kaum Anshor, kemudian mengingatkan mereka tentang kejadian perang Bu’ats hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar membawa senjata-senjata masing-masing. Lalu hal ini sampai pada Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam . maka beliau Shallallahu’alaihi Wasallam segera berangkat bersama para sahabat muhajirin menemui mereka dan bersabda:

يَا مَعْشَر المُسْلِمِيْنَ اللهََ أَبِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ وَ أَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ بَعْدَ أَنْ هَدَاكُمُ اللهُ لِلإِسْلاَمِ وَ أَكْرَمَكُمْ بِهِ وَ قَطَعَ بِهِ أَمْرَ الْجَاهِلِيَّةِ وَاسْتَنْقَذَكُمْ بِهِ مِنَ الْكُفْرِ وَ أَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ


“Wahai kaum muslimin alangkah keterlaluannya kalian, apakah (kalian mengangkat) dakwah jahiliyah padahal aku ada diantara kalian setelah Allah tunjuki kalian kepada Islam dan muliakan kalian, memutus perkara Jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam serta menyatukan hati-hati kalian.”
Lalu mereka sadar ini adalah godaan syetan dan tipu daya musuh mereka, sehingga mereka mengangis dan saling rangkul antara Aus dan Khodzroj. Lalu mereka pergi bersama Rasululloh n dengan patuh dan taat yang penuh. Lalu Allah turunkan firmanNya:

قل يا أهل الكتاب لم تصدون عن سبيل الله من آمن تبغونها عوجا وأنتم شهداء وما الله بغافل عما تعملون

Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan. Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan”. Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. 3:99)

3. Menyebarkan keraguan pada diri kaum musliminOrang Yahudi berusaha memasukkan keraguan dihati kaum muslimin yang masih lemah imannya dengan melontarkan syubhat-syubhat yang dapat menggoyahkan kepercayaan mereka terhadap islam. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya:

وقالت طائفة من أهل الكتاب آمنوا بالذي أنزل على الذين آمنوا وجه النهار واكفروا آخره لعلهم يرجعون

“Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran)”. (QS. 3:72)
Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan pernyataan: Ini adalah tipu daya yang mereka inginkan untuk merancukan perkara agama islam kepada orang-orang yang lemah imannya. Mereka sepakat menampakkan keimanan di pagi hari (permulaan siang) dan sholat subuh bersama kaum muslimin. Lalu ketika diakhir siang hari (sore hari) mereka murtad dari agama Islam agar orang-orang bodoh menyatakan bahwa mereka keluat tidak lain karena adanya kekurangan dan aib dalam agama kaum muslimin.

4. Memata-matai kaum MusliminIbnu Hisyam menjelaskan adanya sejumlah orang Yahudi yang memeluk Islam untuk memata-matai kaum muslimin dan menukilkan berita Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. dan yang ingin beliau lakukan kepada orang Yahudi dan kaum musyrikin, diantaranya: Sa’ad bin Hanief, Zaid bin Al Lishthi, Nu’maan bin Aufa bin Amru dan Utsmaan bin Aufa serta Rafi’ bin Huraimila’. Untuk menghancurkan tipu daya ini Allah berfirman:

يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا بطانة من دونكم لا يألونكم خبالا ودوا ما عنتم قد بدت البغضاء من أفواههم وما تخفي صدورهم أكبر قد بينا لكم الآيات إن كنتم تعقلون ها أنتم أولاء تحبونهم ولا يحبونكم وتؤمنون بالكتاب كله وإذا لقوكم قالوا آمنا وإذا خلوا عضوا عليكم الأنامل من الغيظ قل موتوا بغيظكم إن الله عليم بذات الصدور

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:”Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka):”Marilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” (QS. 3:118-119).

5. Usaha memfitnah Rasululloh Shallallahu’alaihi WasallamOrang Yahudi tidak pernah henti berusaha memfitnah Rasululloh n . diantaranya adalah kisah yang disampaikan Ibnu Ishaaq bahwa beliau berkata: Ka’ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shurie dan Syaas bin Qais saling berembuk dan menghasilkan keputusan berangkat menemui Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam untuk memfitnah agama beliau. Lalu mereka menemui Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. dan berkata: Wahai Muhammad engkau telah tahu kami adalah ulama dan tokoh terhormat serta pemimpin besar Yahudi, Apabila kami mengikutimu maka seluruh Yahudi akan ikut dan tidak akan menyelisihi kami. Sungguh antara kami dan sebagian kaum kami terjadi persengketaan. Apakah boleh kami berhukum kepadamu lalu engkau adili dengan memenangkan kami atas mereka? Maka Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam enggan menerimanya. Lalu turunlah firman Allah:

وأن احكم بينهم بما أنزل الله ولا تتبع أهواءهم واحذرهم أن يفتنوك عن بعض ما أنزل الله إليك فإن تولوا فاعلم أنما يريد الله أن يصيبهم ببعض ذنوبهم وإن كثيرا من الناس لفاسقون

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS. 5:49)

Semua usaha mereka ini gagal total dihadapan Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. dan Allah membalas makar mereka ini dengan menimpakan kepada mereka kerendahan dan kehinaan.

Marhalah (tahapan) kedua: Masa perang senjata antara Yahudi dan Muslimin dizaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam

Orang Yahudi tidak cukup hanya membuat keonaran dan fitnah kepada kaum muslimin semata bahkan merekapun menampakkan diri bergabung dengan kaum musyrikin dengan menyatakan permusuhan yang terang-terangan terhadap islam dan kaum muslimin. Namun Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. tetap menunggu sampai mereka melanggar dan membatalkan perjanjian yang pernah dibuat diMadinah. Ketika mereka melanggar perjanjian tersebut barulah Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam melakukan tindakan militer untuk menghadapi mereka dan mengambil beberapa keputusan untuk memberikan pelajaran kepada mereka. Diantara keputusan penting tersebut adalah:

1. Pengusiran Bani Qainuqa’
2. Pengusiran bani Al Nadhir
3. Perang Bani Quraidzoh
4. Penaklukan kota Khaibar.

Setelah terjadinya hal tersebut maka orang Yahudi terusir dari jaziroh Arab.

Marhalah (tahapan) ketiga: Tipu daya dan makar mereka terhadap islam setelah wafat Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam .

Orang Yahudi memandang tidak mungkin melawan islam dan kaum muslimin selama Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam masih hidup. Ketika Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. wafat orang Yahudi melihat adanya kesempatan untuk membuat makar kembali terhadap Islam dan muslimin. Mereka mulai merencanakan dan menjalankan tipu daya mereka untuk memalingkan kaum muslimin dari agamanya. Namun tentunya mereka lakukan dengan lebih baik dan teliti dibanding sebelumnya. Sebagian target mereka telah terwujud dengan beberapa sebab diantaranya:

1. Kaum muslimin kehilangan Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam.
2. Orang Yahudi dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari usaha-usaha mereka terdahulu sehingga dapat menambah hebat makar dan tipu daya mereka.
3. Masuknya sebagian orang Yahudi kedalam Islam dengan tujuan memata-matai kaum muslimin dan merusak mereka dari dalam tubuh kaum muslimin.

Memang berbicara tentang tipu daya dan makar Yahudi kepada kaum Muslimin sejak wafat Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam hingga kini membutuhkan pembahasan yang panjang sekali. Namun rasanya cukup memberikan 3 contoh kejadian besar dalam sejarah Islam untuk mengungkapkan permasalahan ini. Yaitu:

1. Fitnah pembunuhan kholifah Utsman Ini adalah awal keberhasilan Yahudi dalam menyusup dan merusak Islam dan kaum muslimin. Tokoh yahudi yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa ini adalah Abdullah bin Saba’ yang dikenal dengan Ibnu Sauda’. Kisahnya cukup masyhur dan ditulis dalam kitab-kitab sejarah Islam.

2. Fitnah Maimun Al Qadaah dan perkembangan sekte BathiniyahKeberhasilan Abdullah bin Saba’ membuat fitnah dikalangan kaum Muslimin dan mengajarkan saba’isme membuat orang Yahudi semakin berani. Sehingga belum habis fitnah Sabaiyah mereka sudah memunculkan tipu daya baru yang dipimpin seorang Yahudi bernama Maimun bin Dieshaan Al Qadaah dengan membuat sekte Batiniyah di Kufah tahun 276 H.Imam Al Baghdadi menceritakan: Diatara orang yang membangun sekte Bathiniyah adalah Maimun bin Dieshaan yang dikenal dengan Al Qadaah seorang maula bagi Ja’far bin Muhammad Al Shodiq yang berasal dari daerah Al Ahwaaz dan Muhammad bin Al Husein yang dikenal dengan Dandaan. Mereka berkumpul bersama Maimun Al Qadah di penjara Iraaq lalu membangun sekte Bathiniyah.Tipu daya Yahudi ini terus berjalan dalam bentuk yang beraneka ragam sehingga sekte ini berkembang menjadi banyak sekali sektenya dalam kaum muslimin, sampai-sampai menghalalkan pernikahan sesama mahrom dan hilangnya kewajiban syariat pada seseorang.

3. Penghancuran kekhilafahan Turki Utsmani ditangan gerakan Masoniyah dan akibat yang ditimbulkan berupa perpecahan kaum muslimin.Orang Yahudi mengetahui sumber kekuatan kaum muslimin adaalh bersatunya mereka dibawah satu kepemimpinan dalam naungan kekhilafahan Islamiyah. Oleh karena mereka segera berusaha keras meruntuhkan kekhilafahan yang ada sejak zaman Khulafa’ rosidin sampai berhasil menghapus dan meruntuhkan negara Turki Utsmaniyah.Orang Yahudi memulai konspirasinya dalam meruntuhkan Negara turki utsmaniyah pada masa sultan Murad kedua (tahun 834-855H) dan setelah beliau pada masa sultan Muhammad Al Faatih (tahun 855-886H) yang meningal diracun oleh Thobib beliau seorang Yahudi bernama Ya’qub Basya. Demikian juga berhasil membunuh Sultan Sulaiman Al Qanuni (tahun 926-974H) dan para cucunya yang diatur oleh seorang Yahudi bernama Nurbaanu. Konspirasi Yahudi ini terus berlangsung di masa kekhilafahan Utsmaniyah lebih dari 400 tahunan hingga runtuhnya ditangan Mushthofa Kamaal AtaaTuruk.

Orang Yahudi dalam menjalankan rencana tipu daya mereka menggunakan kekuatan berikut ini:

1. Yahudi Al Dunamah. Diantara tokohnya adalah Madhaat Basya dan Mushthofa Kamal Ataturk yang memiliki peran besar dan penting dalam penghancuran kekhilafahan Utsmaniyah.

2. Salibis eropa yang sangat membenci islam dan kaum muslimin dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa Negara eropa yaitu Bulgaria, Rumania, Namsa, Prancis, Rusia, Yunani dan Italia.

3. Organisasi bawah tanah /rahasia, khususnya Masoniyah yang terus berusaha merealisasikan tujuan dan target Zionis.

Usaha-usaha Musthofa Kamal Basya Ataturk dalam menghancurkan kekhilafahan setelah berhasil menyingkirkan sultan Abdulhamid kedua adalah:

1. Pada awal November 1922 M ia menghapus kesultanan dan membiarkan kekhilafahan

2. Pada tanggal 18 November 1922M ia mencopot Wahieduddin Muhammad keenam dari kekhilafahan.

3. Pada Agustus 1923 M ia mendirikan Hizb Al Sya’b Al Jumhuriah (Partai Rakyat Republik) dengan tokoh-tokoh pentingnya kebanyakan dari Yahudi Al Dunamah dan Masoniyah.

4. Pada tanggal 20 oktober 1923 M Republik Turki diresmikan dan Al Jum’iyah Al Wathoniyah (Organisasi nasional) memilih Musthofa Kamal sebagai presiden Turki.

5. Pada tanggal 2 Maret 1924 M Kekhilafahan dihapus total.

Demikianlah sempurna sudah keinginan orang-orang Yahudi untuk menjadikan kekhilafahan sebagai Negara sekuler yang dipimpin seorang Yahudi yang berkedok muslim.

Mudah-mudahan ringkas sejarah permusuhan Yahudi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi pelajaran bagi kaum muslimin.

Penulis: Ustadz Khalid Syamhudi, Lc.
sumber: Ustadz Kholid
Continue reading →
Jumat, 02 Januari 2009

MERAH DI GAZA...

0 komentar
DONASI PALESTINA: ULURKAN TANGAN ANDA, RINGANKAN DUKA MUSLIM PALESTINA!!!

Musuh-musuh agama Allah tidak akan pernah ridha kepada umat Islam sampai umat Islam mau mengikuti jejak langkah mereka langkah demi langkah dan akhirnya menjadi bagian dari mereka. Beragam cara mereka lakukan untuk menghancurkan Islam mulai cara-cara halus yang tidak disadari kecuali oleh orang-orang yang Allah buka mata hatinya, hingga kekerasan yang secara vulgar dipertontonkan kepada seluruh dunia. Inilah salah satu bukti kebenaran firman Allah Yang Maha Tinggi:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha pada kalian sampai kalian mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itu adalah petunjuk yang sebenarnya.” (Qs. Al-Baqarah: 120)
Kekerasan tersebut dipertontonkan kepada dunia melalui serangan militer tentara Zionis Israel kepada kaum muslimin di Palestina pada Sabtu, 29 Dzulhijjah 1429 H/27 Desember 2008. Terlebih lagi, kekerasan tersebut dipertontonkan pada bulan Haram yang Allah ta’ala telah mengharamkan pembunuhan dan peperangan pada bulan-bulan tersebut.
Allah berfirman, “Mereka bertanya tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar…” (Qs. Al Baqarah: 217)
Allah juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan Haram…” (Qs. Al Maaidah: 2). Sungguh satu kezaliman di atas kezaliman…!!!
Saudaraku, sesungguhnya umat Islam di bumi Allah ini adalah ibarat satu bangunan, mereka akan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Umat Islam di bumi Allah ini ibarat adalah satu tubuh, jika satu anggota badan sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya.
Saudaraku, apakah Kita tidak merasa merugi ketika sekarang satu bagian bangunan kita di Palestina diserang? Apakah kita tidak merasa sakit ketika satu bagian tubuh kita di bumi para Nabi sedang terluka? Maka, mari kita kuatkan Saudara kita!! Mari kita obati jasad dan hati mereka!!
Saudaraku, mari kita bantu mereka dengan segenap kemampuan kita. Doakan dengan hati dan lisan kita, bantu mereka dengan sebagian harta kita, bantu mereka dengan segenap kemampuan dan keahlian. Ya Allah, bantu dan selamatkan saudara kami kaum muslimin di Palestina. Ya Allah, timpakanlah kekalahan kepada orang-orang Yahudi terlaknat dan penolong-penolong dan sekutu-sekutu mereka…

Salurkan bantuan Anda untuk saudara-saudara kita, ke:
Bank Mandiri Cabang UGM Yogyakarta
Atas nama: Hendri Syahrial
No. Rekening: 1370002258826

Penting:
Bagi setiap donator harap konfirmasi ke 0815 7895 8484
Informasi:
Ust. Abu Sa’ad 08122745706
Sigit Hariyanto 081 3920 55 606
YM Id: sigit_madiun@yahoo.com

N/B: Kami mohon dengan sangat bagi donatur yang telah mengirimkan uang untuk mengkonfirmasikan donasi kepada nomor 0815 7895 8484 untuk membedakan dengan donasi dakwah yang lain.

Sumber: muslim.or.id


MERAH DI GAZA

Husain, sebutlah itu namanya . Usianya barulah menginjak tujuh tahun, pagi itu ia baru saja keluar dari rumahnya di sudut kota Gaza, dengan mengenakan pakaian rapih dan menggendong tas ia bersegera menuju sekolahnya di madrasah ibtidaiyyah (SD), sambil terus berjalan dari mulutnya keluar lantunan ayat-ayat suci al-Qur'an dari juz Amma, husein telah mengulang hafalannya dari semalam, dan rencananya hari itu akan di adakan perlombaan hafalan al-Qur'an 5 juz terakhir (juz 25-30) ada hadiah menarik yang di sediakan sekolah bagi siapa yang bisa menjuarai lomba tersebut. Langkah-langkah kecil itu terus lincah menapaki trotoar jalan, di sudut sana sudah nampak gerbang sekolah yang selama ini ia belajar dengan para teman-temanya, husein mempercepat langkah, sambil terus mulutnya tidak berhenti mengulang hafalan yang saat itu sudah sampai pada surat al-Fajr, tinggal beberapa langkah saja kaki kecil bocah itu bisa mencapai gerbang sekolah, ketika tiba-tiba terdengar suara dentuman benda yang jatuh dengan sangat keras…kemudian di susul dengan suara ledakakkan yang sangat dasyat…DUARRRRRRRR…dengan serta merta tubuh Husein terlempar jauh…lalu jatuh beberapa puluh meter dari gerbang sekolah…darah perlahan keluar dari kepala bocah itu akibat benturan yang sangat keras! Bersamaan dengan itu…ternyata mulut husein masih saja membaca ayat al-Qur'an!!! Suaranya akan sangat terdengar jelas oleh orang yang berada di dekatnya…akhirnya mata husein tertutup…suaranyapun terhenti…bersamaan dengan habisnya ayat-ayat terakhir al-Fajr yang ia baca: "Yaa ayyuhan nafsul muthma'innah, 'irji'ii ila rabbika raadhiyatam mardhiyyah, fadkhulii fii ibaadii, wadkhulii jannatii" (Hai jiwa yang tenang…Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya…Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku…Masuklah ke dalam syurga-Ku). Nafas husein terhenti, ia telah tiada dan darahnya masih saja mengalir…dan bersamaan dengan itu, di seantero kota Gaza... masih banyak husein husein yang lain yang juga mengalami nasib serupa, menjadi korban kebengisan Yahudi!! Yang pagi itu memborbardir kota Gaza yang dengan rudal-rudalnya yang jatuh bertebaran di masjid, sekolah, gedung perkantoran dan perumahan. Pagi itu dan hingga saat ini…Gaza memerah….

GAZA…NASIBMU KINI








Jalur Gaza atau sering disebut dengan Gaza adalah nama wilayah yang terletak di Timur Tengah, tepatnya di Palestina, sebelah barat daya Palestina ’48 (wilayah Palestina sebelum perang tahun 1948). Sebelah selatan berbatasan dengan Mesir, sebelah barat, timur dan utara berbatasan dengan wilayah Palestina ’48.
Gaza merupakan wilayah yang bentuknya memanjang dan sempit. Panjang wilayahnya 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian dan 12 km di bagian yang lain yaitu berbatasan dengan Mesir. Sehingga jika dijumlah, luas Jalur Gaza adalah 365 km persegi.
Bagi Kaum muslimin, Gaza merupakan negeri yang bersejarah, negeri perjuangan dan negeri syuhada’, karena banyaknya rakyat Gaza yang berjihad di jalan Allah, mempertahankan tanah mereka. Banyak sudah korban yang berjatuhan, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang dibunuh tentara Zionis Yahudi.
Gaza akan selalu diingat dan dikenang khususnya bagi mereka yang mencintai keluarga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bagi mereka yang mempelajari sejarah para nabi, shahabat dan para ulama.
Datuk Rasulullah saw, Muhammad bin Abdillah, wafat dan dikubur di Gaza. Datuk Rasulullah saw namanya adalah Hasyim bin Abdu Manaf. Beliau adalah orang tua dari kakek Rasulullah saw, Abdul Muththalib yang terkenal dengan sebutan Syaibah karena ada segumpal rambut putih di kepalanya.
Imam Syafi’i, murid Imam Malik, pendiri mazhab Syafi’i, lahir pada bulan Rajab tahun 150 H (767 M) di Gaza, hari kelahiran Imam Syafi’i bertepatan dengan hari wafatnya Imam Abu Hanifah di Baghdad dan wafatnya Imam Ibnu Juraij Al Makky, seorang alim besar di kota Makkah, dikenal dengan Imam Ahli Hijaz.
Imam Syafi’i, nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Silsilah dari jalur ibunya, Fathimah binti Abdullah bin Al Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (paman Nabi saw).
Sekarang di Gaza, Palestina, negeri tempat dikuburnya datuk Rasulullah saw, Hasyim bin Abdu Manaf, tempat lahirnya Imam Syafi’I, penduduknya kembali menderita, tentara yahudi kembali menggempur kawasan ini setelah beberapa waktu terhenti karena gencatan senjata. Beratus rudal menghancurkan gedung-gedung, sekolah, perumahan dan tidak sedikit pula dari rumah sakit yang juga hancur… jangan lagi di Tanya soal korban jiwa…saat posting tentang Gaza ini di tulis…sudah lebih dari 400 jiwa menjadi koraban kebengisan yahudi la'natullahi'alaihim!!! (semoga laknat Allah jatuh kepada mereka). Pagi itu dan hingga kini…Gaza kembali memerah…

FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH BERKENAAN DENGAN TRAGEDI YANG MENIMPA GAZA-PALESTINA SAAT INI.

Sumber fatwa: Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa)
Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman. Wa ba’da;

Sesungguhnya Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran-pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina.
Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas ummat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kedzaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman.

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (Al Hujurat: 10)

dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71)

dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi)

dan beliau juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Muslim)

Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya. Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi dibelakang mereka dan membela kepentingan-kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan, acara-acara, dan musyawarah-musyawarah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya: “Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (Al Ma’idah: 2)

Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan diantaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka.

Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan.

Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta’ala dan mencari keridha’an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak disetiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah.

Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kedzaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu.

Kami mohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi untuk menyingkap kesedihan dari ummat ini dan memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan para wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya dan menjadikan tipu daya mereka boomerang bagi mereka dan menjaga ummat Islam dari kejahata-kejahatan mereka, sesungguhnya Dialah Penolong kita dalam hal ini dan Dzat Yang Maha Berkuasa.

Dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta shahabatnya dan ummatnya yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat.

Diterjemahkan dari sahab.net
Sumber:ahlussunnah-jakarta.com
Continue reading →